pemotretan
ah lama sudah kutinggalkan bergaya di depan lensa seperti saat sma dan kuliah di mana kudapatkan uang saku tambahan.
lalu kau temukan foto lamaku. dan kau ah… aku memang menyukai selera senimu. kau potreti aku. kupetik kebanggaan saat kita lihat hasil di notebook apelmu.
aku tersanjung saat kau olah semuanya menjadi hitam putih berseni. tapi ada yang kita biarkan berwarna dalam temaram rembrandt.
ada lima shots yang membuatku tersipu sekaligus senang: untuk pertama kalinya aku melihat close up bagian tersembunyiku yang selama ini cuma kutatap melalui cermin tangan saat memangkas semak belukar.
kulihat dengan saksama milikku sendiri. indah, katamu. tentu, kataku.
No comments yet
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]